HOBI melukis yang awalnya hanya sekadar untuk mengisi waktu luang di sela-sela kesibukan belajar. Apabila ditekuni dengan serius bisa mengantarkan seseorang pada prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Paling tidak hal itu yang dirasakan oleh Fadhil Ahmad Qamar siswa kelas X SMAN 3 Yogyakarta.

Berkat hobi melukis yang ditekuni sejak kecil, Fadhil terpilih sebagai salah satu peserta dalam ajang World Cultural Economic Forum di New Orleans Lousiana USA.
"Awalnya saya tidak pernah menyangka bisa dipilih untuk mengikuti acara diskusi antar-duta besar dari berbagai negara di dunia, yang membahas tentang pemulihan sektor ekonomi dan budaya di daerah yang terkena bencana. Tapi karena berhasil menjadi juara dalam lomba lukis yang diadakan oleh International Child Art Foundation (ICAF) semua impian itu bisa menjadi kenyataan," kata Fadhil malu-malu. Fadhil mengatakan, melukis tidak hanya memotivasi seseorang untuk berprestasi dan menghasilkan karya terbaik. Tapi juga membantu mereka untuk menuangkan ide dan gagasan. Sayangnya masih banyak generasi muda di Indonesia yang belum bisa memanfaatkan bakat dan kreativitas yang dimiliki secara optimal. Adanya fenomena tersebut menjadikan putra dari pasangan Ir Ahmad Saifudin MT dan Yuni Purnamawati itu termotivasi untuk membuktikan pada negara lain bahwa pelajar di Indonesia juga bisa berprestasi. "Saya kira melukis tidak membutuhkan waktu khusus, karena bisa dilakukan setiap saat di sela waktu luang. Jadi siswa tidak perlu khawatir  jam belajar jadi terganggu," kata sulung dari 2 bersaudara yang mengaku menekuni dunia lukis sejak masih duduk di bangku SD.

Fadhil menambahkan, selama berada di New Orleans USA selain bertukar pengalaman dengan pelajar dari negara lain. Siswa kelas X SMAN 3 Yogya itu sengaja memanfaatkan waktu pidato selama 3 menit yang disediakan panitia untuk mempromosikan Indonesia. Mulai dari recovery pasca gempa, generasi muda sampai kebudayaan Indonesia. Walaupun waktu yang diberikan sangat terbatas Fadhil berharap bisa memotivasi wisatawan untuk datang ke Indonesia.
"Terus terang untuk masalah kedisiplinan bangsa kita masih perlu belajar dari luar negeri. Tapi untuk masalah kebudayaan, saya kira Indonesia mempunyai prospek yang cukup bagus tinggal bagaimana kita menangani," jelas Fadhil yang mengaku pernah meraih  Gold Medal (emas) dalam acara World Children Festival USA tahun 2003 itu optimis. 

Sumber: Harian Kedaulatan Rakyat, 29 November 2008, halaman 21: Universitaria

http://222.124.164.132/web/detail.php?sid=184789&actmenu=43

 

4,054 Responses to “DARI HOBI MELUKIS; Antarkan Fadhil ke World Cultural Economic Forum di USA”

  1. skin moisturizer said:

    using wooden wall decors at home is a great alternative to using those expensive metal wall decors..

  2. hair loss prevention said:

    spam blockers are always necessary because there are so many spam these days;;

  3. Libby Batcher said:

    finance is really critical when it comes to the future of businesses and trade. i also took finance during my college days::

  4. Basil Abeta said:

    i think it is expensive to get a hair transplant but the procedure is well worth it..

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.