PENDIDIKAN YANG MENCERAHKAN

September 3rd, 2009

Tanpa revolusi dunia pendidikan, pembangunan manusia Indonesia yang adil dan beradab menuju kehancuran. Utamanya revolusi cara berpikir untuk menghadirkan pendidikan yang mencerahkan. Pendidikan dimaknai sebagai upaya untuk membantu manusia mencapai realitas diri dengan mengoptimalkan semua potensi kemanusiaannya. Dengan pengertian ini, semua proses yang menuju pada terwujudnya optimalisasi potensi manusia, tanpa memandang tempat dan waktu, dikategorikan sebagai kegiatan pendidikan. Sebaliknya, jika ada praktek yang katanya disebut pendidikan ternyata justru menghambat berkembangnya potensi kemanusiaan dengan berbagai bentuknya, maka ini bukan praktek pendidikan. Pada dasarnya tujuan murid mempelajari segala ilmu pengetahuan dalam mengikuti proses pendidikan pada masa sekarang adalah untuk mencapai kesempurnaan dan keutamaan jiwanya (Al-Ghazali, 1961). Pendidikan bukan sekedar proses penanaman nilai-nilai moral untuk membentengi diri dari ekses negatif globalisasi. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai moral yang telah ditanamkan dalam proses pendidikan tersebut mampu berperan sebagai kekuatan pembebas (liberating force) dari himpitan kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan sosial budaya dan ekonomi. Inilah yang dimaksudkan oleh Syafi’i Ma’arif sebagai pendidikan Islam. Pendidikan tidak dibangun melalui proses yang doktriner mekanistik, melainkan keterlibatan aktif para pendidik dan peserta didik melakukan ‘dialog’ memberi warna dan makna terhadap suatu kajian tertentu. Pendidikan membebaskan peserta didik dari sekat primordial dan menumbuhkan sikap kebersamaan dalam kebhinekaan. Keadaan semacam ini mendorong tercapainya pengembangan peserta didik agar tahu bagaimana menghargai perbedaan dan peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal. Lebih jauh, peserta didik akan terinspirasi untuk menghormati martabat tanpa syarat sebagai sesuatu yang melekat (inheren) dan tak bisa diganggu gugat (inviolable). Bila nilai pendidikan semacam ini tak bisa dicapai, maka yang muncul dari keniscayaan pluralitas masyarakat justru akan menimbulkan sikap-sikap amoral, intolerant, banalitas, anarkisme, dan anti kemanusiaan. Sebagai contoh, keterlibatan anak muda dalam peristiwa bom bunuh diri yang menimbulkan kerusakan dan kematian orang lain karena suatu doktrin tertentu sebagai alasannya. Hal semacam ini mengindikasikan pendidikan belum mampu membimbing peserta didik untuk lebih toleran terhadap keberagaman, berlomba dalam kebajikkan, atau sebagai sumber kebijaksanaan dalam masyarakat. Mengapa (?), karena pendidikan yang dikembangkan bukan pendidikan yang mencerahkan. Mengharapkan peserta didik mampu menangkal dari doktrin anti kemanusiaan (atau doktrin terorisme) melalui pendidikan anti terorisme sama dengan ‘menggantang asap’. Sikap anti kemanusiaan tidak dapat ditangkal dengan cara instan ketika keadaan pendidikan masih menghadapi pemiskinan berpikir dan pembodohan berperilaku. Banyak aspek yang harus digarap, namun mulailah dari lingkungan terkecil yakni keluarga. Kemudian pendidikan formal disekolah-sekolah melengkapinya dengan materi-materi ilmu pengetahuan yang memberi manfaat nyata bagi kehidupan bermasyarakat (contextual). Materi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) membekali kesadaran akan pluralitas sosial kemasyarakatan, memaknai peran kepahlawanan dalam mencapai kemerdekaan dan memahami hakikat negara kepulauan terbesar di dunia sebagai negaranya. Demikian pula halnya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) membekali kesadaran akan pentingnya kedudukan manusia terhadap alam dan lingkungannya sehingga tumbuh sikap memeliharanya. Dan tidak kalah penting Pendidikan Agama mampu membekali kesadaran kolektif yang positif berdasarkan nilai kasih sayang (Ar-Rahman; Ar-Rahim) dan penghargaan terhadap kemanusiaan dan kehidupan. Semua ini didukung oleh contoh-contoh perilaku baik oleh para pemimpin, tokoh masyarakat dan guru-guru kita. Guru hadir sebagai agen perubahan dan rekonsiliasi yang kreatif mempraktekkan hidup damai dalam kebhinekaan di masyarakat. Guru tidak saja menjadi pengajar (teacher) namun juga berperan sebagai pembelajar (learner). Ia tidak hanya pandai dalam ilmu pengetahuan (smart teacher) dan sukses membangun perilaku (success learner) namun juga harus mencerahkan jiwa (delight learner). Pendidikan semacam inilah kiranya yang akan mampu membebaskan dari pemiskinan berpikir dan pembodohan perilaku, atau disebut pendidikan yang mencerahkan.

HOBI melukis yang awalnya hanya sekadar untuk mengisi waktu luang di sela-sela kesibukan belajar. Apabila ditekuni dengan serius bisa mengantarkan seseorang pada prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Paling tidak hal itu yang dirasakan oleh Fadhil Ahmad Qamar siswa kelas X SMAN 3 Yogyakarta.

Berkat hobi melukis yang ditekuni sejak kecil, Fadhil terpilih sebagai salah satu peserta dalam ajang World Cultural Economic Forum di New Orleans Lousiana USA.
"Awalnya saya tidak pernah menyangka bisa dipilih untuk mengikuti acara diskusi antar-duta besar dari berbagai negara di dunia, yang membahas tentang pemulihan sektor ekonomi dan budaya di daerah yang terkena bencana. Tapi karena berhasil menjadi juara dalam lomba lukis yang diadakan oleh International Child Art Foundation (ICAF) semua impian itu bisa menjadi kenyataan," kata Fadhil malu-malu. Fadhil mengatakan, melukis tidak hanya memotivasi seseorang untuk berprestasi dan menghasilkan karya terbaik. Tapi juga membantu mereka untuk menuangkan ide dan gagasan. Sayangnya masih banyak generasi muda di Indonesia yang belum bisa memanfaatkan bakat dan kreativitas yang dimiliki secara optimal. Adanya fenomena tersebut menjadikan putra dari pasangan Ir Ahmad Saifudin MT dan Yuni Purnamawati itu termotivasi untuk membuktikan pada negara lain bahwa pelajar di Indonesia juga bisa berprestasi. "Saya kira melukis tidak membutuhkan waktu khusus, karena bisa dilakukan setiap saat di sela waktu luang. Jadi siswa tidak perlu khawatir  jam belajar jadi terganggu," kata sulung dari 2 bersaudara yang mengaku menekuni dunia lukis sejak masih duduk di bangku SD.

Fadhil menambahkan, selama berada di New Orleans USA selain bertukar pengalaman dengan pelajar dari negara lain. Siswa kelas X SMAN 3 Yogya itu sengaja memanfaatkan waktu pidato selama 3 menit yang disediakan panitia untuk mempromosikan Indonesia. Mulai dari recovery pasca gempa, generasi muda sampai kebudayaan Indonesia. Walaupun waktu yang diberikan sangat terbatas Fadhil berharap bisa memotivasi wisatawan untuk datang ke Indonesia.
"Terus terang untuk masalah kedisiplinan bangsa kita masih perlu belajar dari luar negeri. Tapi untuk masalah kebudayaan, saya kira Indonesia mempunyai prospek yang cukup bagus tinggal bagaimana kita menangani," jelas Fadhil yang mengaku pernah meraih  Gold Medal (emas) dalam acara World Children Festival USA tahun 2003 itu optimis. 

Sumber: Harian Kedaulatan Rakyat, 29 November 2008, halaman 21: Universitaria

http://222.124.164.132/web/detail.php?sid=184789&actmenu=43

 

Ada langkah langkah yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan bangsa kita :

1. yang mempunyai deposito bertahanlah dengan deposito anda. Jangan ambil uang anda dari bank. Jika anda ikut ikutan mencairkan dana anda maka akan terjadi bank rush, dan krisis keuangan akan semakin parah.

2. yang memiliki saham dan turunannya, jangan menjual saham dan derivasinya. Jika anda ikut ikutan menjual saham dan turunannya, maka harga saham akan semakin ambruk, dan krisis akan sungguh terjadi semakin parah.

3. jangan ikut ikutan memborong dolar. Jika anda ikut ikutan memborong dolar, maka harga dolar akan semakin tinggi dan rupiah semakin terpuruk. Harga barang impor akan semakin mahal, dan inflasi dalam negeri akan semakin menggila.

4. jangan panik. Jika anda tidak panik, maka krisis akan cepat berlalu. Perekonomian akan cepat pulih. Harga saham akan cepat rebound. Dolar akan cepat
menyesuaikan diri pada kurs yang rasional. Cadangan devisa kita cukup kuat. Jika anda panik dan ikut ikutan menarik deposito, menjual saham dan memborong dolar, maka anda ikut memberikan kontribusi pada semakin dalamnya krisis di Indonesia.

Tetapi..... tentu ini merupakan pilihan bebas. Tidak ada yang dapat melarang anda. Hati nurani yang bicara. Pilihan yang sulit bagi yang berduit tetapi silahkan memilih.

Krisis keuangan global kian menebar ancaman menjadi krisis ekonomi global yang tidak main-main, bursa saham guncang dan nilai tukar Rupiah semakin melemah, ini semua menjadi indicator bahwa akan ada bencana baru yang siap menerkam.

Para kaum Kapitalis yang ingin meraup keuntungan dengan cara cepat dan menjadi SERAKAH akhirnya menjadi sumber dari segala krisis yang kita belum tau kapan akan berakhir.

Pertanyaannya adalah apa yang bisa kita lakukan untuk ikut membantu agar krisis ini tidak menghancurkan sendi-sendi perekonomian Bangsa ini?

Tentu kita tidak ingin ini menjadi periode 10 Tahunan (1998 -2008), mimpi kelam krisis ekonomi 10 tahun lewat tentu tidak ingin kita munculkan kembali, tapi jika Anda tidak peduli maka bisa saja hal ini akan terjadi!!!!
Dan jika itu terjadi maka Bangsa ini akan semakin terpuruk, akan muncul PHK besar-besaran, sector riil yang tidak bergerak, system perbankan yang sudah tidak dipercaya lagi dan akhirnya kita kembali ke NOL lagi.

Jika Anda masih mencintai Bangsa ini maka ada banyak hal yang bisa Anda lakukan, paling tidak MULAILAH DARI DIRI ANDA SENDIRI..!! , contoh kecil sbb :
Jika Anda seorang awam sebagaimana saya, maka yang bisa kita lakukan adalah :

Gunakanlah PRODUKSI DALAM NEGERI dalam semua aktivitas hidupmu, dengan langkah ini akan menyelamatkan Sektor Riil, usaha-usaha kecil akan berkembang, dan akhirnya kita bisa berdiri tegak dan mengatakan KITA BISA HIDUP DARI NEGERI KITA SENDIRI.
Langkah kecil lain jangan sok mengkonsumsi produk makanan luar negeri, jika anda senang
makan Durian tidak perlu durian Bangkok Thailand cukup durian local toh tidak kalah rasanya,
jika senang makan Jagung? Tidak perlulah Jagung Thailand, cukup jagung local, tidak perlu makan-makan di outlet2 dengan brand luar negeri, toh ayam kampung kita tidak kalah nikmatnya, hal kecil ini kadang tidak kita sadari tapi ketahuilah EFEK nya sangat luarbiasa, anda bisa bayangkan jika semua anak bangsa ini berfikiran sama, jika anda konversikan dengan modal yang beputar, maka Anda akan kaget dan heran akan IMPACT yang sangat luar biasa, yakin dan percayalah dengan cara kecil ini Krisis ini tidak akan terjadi DISINI di BUMI INDONESIA.

Gunakan angkutan Massal jika itu anda bisa lakukan, itu akan membantu untuk mengurangi konsumsi energi yang luar biasa yang sebetulnya tidak perlu, disamping mengurangi polusi, jangan lupa disamping krisis keuangan yang berpotensi menjadi krisis Ekonomi kita juga dihadapkan dengan krisis Energy..!! kenyamanan mungkin belum kita pikirkan sekarang, percayalah bahwa aroma sesaknya penumpang di angkot dan bus-bus itu masih menimbulkan secercah harapan bahwa sector riil kita masih bergerak.

Berbelanjalah di pasar-pasar tradisional, berdayakan warung-warung kaki lima, percaya atau tidak Ekonomi Kerakyatan terbukti mampu menyelamatkan perekonomian kita.

Jika Anda seorang pelaku bisnis maka tolong jangan hanya memikirkan untuk meraup keuntungan pribadi semata-mata hanya dengan memikirkan Import barang-barang murah yang hanya akan menghancurkan produk dalam negeri, jangan lari dari tanggung jawab dengan membawa lari modal ke luar negeri, ingat menjaga, mengusahakan agar Capital Inflow akan lebih bijkasana dan akan sangat membantu Negeri ini, jangan biarkan capital outflow terjadi itu sama dengan menghancurkan perekonomian Rakyat LET' S SAVE OUR NATION, START FROM YOUR SELF!!!!

Lakukan hal sederhana ini maka Anda akan lihat akibat penyelamatan yang luar biasa.

Dengan meneruskan pesan ini ke relasi dan sahabat Anda, berarti Anda sudah ikut mengingatkan Saudara Sebangsa Kita untuk Ikut PEDULI menyelamatkan Bangsa ini.

World Class University Versi 4ICU

November 21st, 2008

Untuk mewujudkan World Class University (WCU) salah satu kriterianya tentunya adalah sejumlah pengakuan dalam lingkup internasional (International Recognize). Baik itu penelitiannya, kualitas SDM, Laboratoriumnya, proses teaching -learningnya, termasuk juga dari sisi kapasitas teknologi informasi dan popularitas webnya. 

Khusus terkait dengan kapasitas teknologi informasinya, maka webometric secara berkala (2 kali setahun) mengumumkan hasil penelitiannya dengan metode tertentu untuk kemudian menghasilkan daftar ranking perguruan tinggi seluruh dunia dari sisi kapasitas teknologi informasinya. 

Nah masih dalam kaitannya dengan teknologi informasi, versi lain perankingan adalah dikeluarkan oleh 4ICU (4 International Colleges and Universities). Tidak sebagaimana webometric yang memiliki metode yang jelas dalam hal perankingan, maka versi 4ICU ini tidak ada penjelasan detail tentang bagaimana metode perankingannya, hanya disebutkan saja web popularity. Sebenarnya kalau tidak ada penjelasan detail, hanya menyebutkan web popularity, maka kita juga bisa menggunakan bantuan tools seperti alexa. Namun tentunya dengan cara ini akan memakan waktu yang sangat lama, apalagi harus memuat ranking untuk 8750 perguruan tingg di 200 negara. Jadi, kita percaya saya bahwa 4ICU memiliki metodologi yang jelas (paling tidak waktu dan tenaga yang cukup) untuk bisa melakukan perankingan berdasarkan web popularity.

Bagaimana versi 4ICU untuk ranking universitas di Indonesia..? Gambar dibawah ini adalah screen shot dari tampilan untuk 22 besar perguruan tinggi di Indonesia. Alhamdulillah, ternyata UII berada di urutan ke 22 untuk seluruh Indonesia. Sementara untuk ukuran Yogyakarta urutannya adalah UGM,UKDW, UII, UNY, UMY. Ternyata ranking UKDW lebih baik dari UII (padahal dalam versi webometric terakhir UII sedikit diatas UKDW). Kelihatannya walaupun bukan prioritas, namun perlu ada upaya yang sistematis dan strategis dari fihak BSI untuk memaintain WEB UII agar memiliki ranking yang baik.

Bagaimana untuk wilayah Asia..? ternyata ITB walaupun di Indonesia menempatu urutan 1, untuk wilayah Asia hanya menempati urutan 25. Nahasnya, selain ITB semuanya berada di atas 100 besar.

Dan bagaimana untuk 20 besar Top University versi 4ICU…? Ternyata 8 besar pertama diraih universitas di negara Paman Sam. Wakil dari Wilayah Asia yang masuk dalam urutan atas adalah NUS (urutan 12). 

Ranking-meranking memang bukan satu-satunya kriteria WCU, apalagi versi perankingan ini umumnya tiap semester berubah-ubah. Perankingan yang paling valid tentunya kalau mendasarkan diri pada lembaga akreditasi internasional yang diakui bersama. Namun demikian, adanya berbagai macam perangkingan ini paling tidak dapat menjadi feedback awal terhadap international recognize dari PT kita.

      

Soempah Pemoeda

November 20th, 2008

Dua Puluh Delapan Oktober, delapan puluh tahun yang lalu, sejumlah pemuda Indonesia berikrar bahwa:

KAMI PEMUDA INDONESIA BERBAGSA SATU, BANGSA INDONESIA

KAMI PEMUDA INDONESIA BERBAHASA SATU, BAHASA INDONESIA

KAMI PEMUDA INDONESIA BERTANAH AIR SATU, TANAH AIR INDONESIA

Saat ini, apakah masih ada komitmen ini? Coba renungkan kawan.

Salam, MERDEKA!!!

Laporan keuangan pemerintah daerah periode 2004-2009 mengecewakan. Persentase laporan yang dinilai baik hanya satu persen. Laporan keuangan pemerintah daerah kembali mendapat rapor merah dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dari hasil pemeriksaaan, BPK menyimpulkan kondisi laporan keuangan di pusat dan daerah mengalami penurunan kualitas. Bahkan, Ketua BPK Anwar Nasution, mengatakan hasil laporan keuangan daerah ini mengecewakan. [...]